PENERAPAN KURIKULUM 2013 DI SMP YLPI TERKENDALA DALAM HAL
PENILAIAN
Untuk penerapannya
secara langsung belum bisa diterapkan semuanya. “pertama karena hal ini
merupakan sesuatu yang baru maka harus diikuti dengan prosedur-prosedur yang
telah dilaksanakan oleh Dinas,” kata Waka Kurikulum SMP YLPI Pekanbaru
Suhardi,SPd menjawab pertanyaan wartawan di ruang kerjanya kemarin (13/11).
Menurut Suhardi yang juga merupakan guru matematika itu,
kemampuan guru dalam menjalani sesuatu yang baru tentu memerlukan pengetahuan
dan kerja keras yang luar biasa. Karena masih baru, maka masih banyak hambatan
dan tantangan yang di hadapi. “semua ini terkendala mengenai penilaian, karena
terlalu banyaknya aspek yang harus dibuat. Misalnya pengetahuan, keterampilan,
sikap, dan setiap aspek itu ada penilaiannya,”katanya.
Amir mengungkapkan, untuk Siswa dan orang tua siswa tidak
terlalu bermasalah dalam kurikulum 2013 ini. Mereka hanya mengikuti aturannya
saja. Namun jika dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya yaitu KTSP maka
kurikulum 2013 ini lebih sulit. “kalau dulu nilai rata-rata siswa bisa mencapai
8, maka sekarang hanya 4 atau 5 saja’”tuturnya.
Menyinggung soal kurikulum 2013 ini, dalam hal bahan ajar
siswa misalnya buku itu sudah ada subsidi langsung dari pemerintah melalui dana
Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Jadi tidak ada masalah dalam pembelian buku
tersebut, harga dari subsidi pemerintah itulah yang akan diberi kepada siswa,”lanjut
Suhardi.
Untuk itu, Suhardi berharap dengan program baru yang
dicanangkan oleh Pemerintah ini, maka yang mempunyai kebijakan harus
mengevaluasi apakah pihak yang di bawah sudah menerapkan kurikulum 2013 ini
dengan baik atau tidak. “penilaian itu yang utama harus disempurnakan lagi. Misalnya
pada kelas VIII ada Uji kompetensi, namun sampai hari ini kita belum tahu
seperti apa penerapan uji kompetensi itu. kurikulum 2013 harus bisa diterapkan
dan disempurnakan lagi, sehingga guru
bisa dengan mudah melaksanakannya,” tutup Suhardi. (Aida)
0 komentar:
Posting Komentar