Rabu, 29 Oktober 2014

Rasa Syukur

Alhamdulillah ku ucapkan ke pada Allah SWT yang telah memberikan kebahagiaan sederhana untukku di hari ini. Mata Kuliah Morfologi mengawali kuliah pada Kamis pagi ini. Tepat jam 07.00 kami masuk dan beberapa saat kemudian setelah teman-teman tampil memberikan bahan ajar, kami diperintah oleh dosen pengampu mata kuliah morfologi untuk mengoreksi Ujian Tengah Semester (UTS) lalu. perasaan gelisah dan deg-degan mulai menghampiriku. sebab pada saat menjalani Ujian tempo hari, aku merasa soal-soal ujian itu tergolong sangat susah. mungkin karena aku yang tidak belajar ya. hehehe. namun walaupun merasa kesulitan dalam menjalankan ujian tersebut, aku tetap mengerjakan soal ujian itu semaksimal mungkin.
lalu aku dan teman-teman pun mulai mengoreksi ujian itu dengan nama pengoreksi yang berbeda. aku mengoreksi kertas ujian mulik teman yang duduknya tidak jauh dariku. sedangkan aku sendiri tdiak tahu siapa yang mengoreksi kertas ujian milikku . namun aku tidak terlalu mempersoalkan hal itu. aku tetap lanjut mengoreksi kertas ujian yang telah ada di hadapanku.

tidak lama kemudian dosen tersebut meminta izin untuk keluar kelas sebentar. dan aku dipanggil untuk mengambil absensi mahasiswa dan mencatat hasil akhir nilai UTS tersebut. lalu dosen pun keluar , dan tidak lama kemudian tetan-teman telah selesai mengoreksi. lalu aku pun mulai memanggil nama mahasiswa sesuai dengan abjad untuk mencatat nilainya. rata-rata nilai di kelas kami yang telah ku catat tergolong sedang, tidak ada yang di atas nilai 70. namun saat aku memanggil namaku sendiri, "Nurmaida", lalu teman yang duduk di belakangku menjawab "80", akupun terkejut, lalu kulihat kembali wajah temanku itu.
alhamdulillah ku ucapkan saat itu juga. ternyata kekhawatiranku berbuah manis. nilai yang semula kuanggap menjadi nilai yang paling terendah di kelas, ternyata menjadi nilai yang tertinggi . hehehe

Jumat, 24 Oktober 2014

EKSPRESI DIRI

Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengekspresikan perasaan yang sedang dihadapinya saat itu. ada yang sedang jatuh cinta misalnya, ia memiliki cara tersendiri dalam meluapkan emosinya saat itu. ada yang senyum-senyum sendiri, ada yang bercerita dengan teman atau pun kerabatnya, dan adapula yang berbagi kebahagiaan dengan temannya dengan caranya sendiri. ada pula orang yang sedang sedih dan sakit hati. banyak cara yang biasa dilakukan oleh orang tersebut. mengurung diri di kamar, pergi jalan-jalan tanpa tujuan, namun jangan sampai gelap mata dan bertindak yang tidak wajar yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. sedih boleh, sakit hati juga boleh, namun kita juga tetap harus berfikir panjang. Ada pula orang yang sedang dalam keadaan sedih dapat menciptakan suatu karya dalam kesedihannya, misalnya membuat puisi, cerpen dan lain sebagainya. 
seperti halnya saya, jika sedang dalam keadaan sedih ataupun sakit hati ,maka akan lebih mudah bagi saya dalam merangkai kata dan menjadikannya sebuah puisi. kata-kata tersebut timbul dari perasaan yang sedang dirasakan. terkadang emosi pun meluap saat merangkai kata demi kata yang ada. menangis misalnya, itulah yang biasa terjadi pada diri saya. semakin sakit perasaan yang dialami saat itu, maka semakin dalam pulalah puisi yang tercipta.
contohnya dalam puisi ini http://nurmaidafkip.blogspot.com/2014/10/isi-hatiku.html . itu adalah puisi yang saya ciptakan bebrapa hari lalu saat saya sedang bersedih dan lebih tepatnya lagi sedang sakit hati yang sangat dalam. keadaanlah yang membuat saya terjerumus di dalamnya.
dengan adanya tulisan yang saya buat, itu menandakan adanya kisah yang sedang saya alami. dan suatu saat saat membaca tulisan sendiri maka fikiran saya langsung tertuju ke sana. artinya langsung teringat apa yang telah terjadi. puisi lah yang menjadi saksi

Kamis, 23 Oktober 2014

Isi hatiku

-:-Tepat Seminggu Lalu -:-

Masih terasa di sini
sangat jelas dalam ingatan
seminggu lalu kita bertemu
di ujung jalan itu
di bawah rintik hujan
dan dinginnya malam yang menyentuh kalbu
kau datang menjemputku
menorehkan senyum ketulusan
menyapaku dengan nada keikhlasan
kau katakan kerinduan yang mendalam
itulah alasan mengapa kau berada di sini
menemuiku, melihat senyumku
dan melepas kerinduan di malam itu
tanpa ada ikatan
kita tetap merasakan kenyamanan
terbuai dalam alunan rinai hujan
yang jatuh membasahi singgasana bumi ini
bumipun seakan faham
apa yang sedang kita rasakan
tanpa ingin sedetikpun berlalu
kau masih ciptakan keindahan
yang membuatku tak berdaya

Tak ingin waktu berlalu
dalam pertemuan yang singkat itu
namun sang waktu dan keadaan
mengalahkan semuanya
ku harus melepasmu pergi
dan berdoa untuk kebaikan di sana
sembari berharap
sang waktu dapat mempertemukan
kita kembali
dalam kisah sederhana
yang pernah terangkai diantara kita
menghadirkan kebahagiaan semestinya

tepat seminggu lalu...
seharusnya aku masih berada
dalam keindahan itu
namun keadaan tlah berbeda
bak mimpi buruk yang memaksaku
untuk terjaga
kau hadirkan kenyataan
yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya
kenyataan yang tidak ku inginkan
namun yakin akan ku alami
kau menghilang tanpa kabar
menghadirkan tanda tanya besar di benakku
mengapa secepat itu kau pergi???
di saat semua masih terasa indah
namun seketika berubah
kini kau tlah memiliki ikatan bersamanya
dan tak mungkin dapat diusik oleh siapapun

seperti tertusuk belati
hati ini meronta kesakitan
otak pun seakan mendidih dibuatnya
sakit memang,
namun biarlah sakit ini ku bawa
hingga mati.!
dan rinai hujan seminggu lalu
tlah menjelma dalam tetesan
butir-butir peluh
yang membasahi kulit pipiku

kini ku hanya berharap
semoga sang waktu dapat menghapus
semua tentang kita
membakar ingatanku akan hadirmu
dan mengubur apa yang pernah
terjadi diantara kita.

Nurmaida
Pekanbaru, 23 Oktober 2014











Jumat, 10 Oktober 2014

Puisi Malam

-:-Penantian Tak Berujung-:-
Ingin kembali merasakan keindahan yang dulu pernah menghampiri
bukan hanya yang sekedar datang, lalu pergi
bukan pula hanya sekejap mengisi kekosongan hati
bukan pula yang hanya mampu menghiasi hari-hari dengan sejuta janji dan angan yang tak pasti
ini adalah suatu rasa yang kian menjelma dalam malam-malam buta
menunggu dalam penantian panjang meruntuhkan asa
terbelenggu dalam bait nada-nada kelam yang tak bermakna
lirih-lirih terdengar nyanyian malam yang menusuk hati
memaki diri dengan keadaan yang dilalui
yang pada akhirnya mengalirkan cairan hangat di sudut pipi
karena terbesit niat dalam hati untuk kembali
ketika kegelisahan selalu menerpa diantara malam buta
kembali bait-bait rindu menanti pada insan yang didamba
akankah dapat menyerupai seperti yang dulu sempat dipuja

Pekanbaru, 10 Oktober 2014


Jumat, 03 Oktober 2014

Welcome to the day of birth

Selamat datang hari kelahiran
tepat dua puluh tahun yang lalu kau hadir
dan hingga kini kau pun hadir kembali

kehadiranmu mungkin selalu dinanti
dan diharapkan oleh setiap orang
namun tidak denganku

apakah aku harus menunggu
apakah aku harus bahagia dengan kehadiranmu
sementara kisah setahun lalu masih jelas dalam ingatan

tepat di hari yang sama
aku harus kehilangan seseorang yang tlah lama ku kenal
seseorang yang tlah lama menghiasi hidup ini.

haruskah diwaktu itu juga dia pergi
bukankah ia harus memberikan kebahagiaan untukku di hari yang spesial itu?
kenapa semua terjadi, tidak persis seperti apa yang ku harapkan.

sedangkan aku tlah membayangkan keindahan itu sebelumnya
keindahan yang akan menghiasiku di hari itu
keindahan yang membuatku seakan menjadi makhluk yang paling sempurna
dan yang paling beruntung dikala itu

kenapa?
kenapa semua berbeda?
tidak sama seperti apa yang aku mau

aku tidak munafik
yang bisa dapat membohongi diri sendiri
dan mengelabui orang lain dalam perasaanku saat ini

rasa kecewa itu kian hadir dalam saat seperti ini
apakah ku salah?
apakah ku salah mengharapkan semua itu?

ntahla...
saat ini aku benar-benar butuh orang yang bisa mengerti aku..
mengerti apa yang aku mau

dan aku tidak mengerti
seharusnya di usia yang seperti ini aku lebih bisa menjadi dewasa
bisa menjadi pribadi yang kuat

tapi mengapa justru sebaliknya?
aku sangat lemah, dan selalu diselimuti kesedihan
masih selalu mengharapkan keindahan hidup yang sebenarnya

apakah ku salah???
sampai kapan aku seperti ini?


Bagansiapiapi,03 Oktober 2014





Kamis, 02 Oktober 2014

Transisi Usia

Dan saat detik pergantian waktu
dan transisi usia itu terjadi
aku pun masih terjebak
dalam rentetan kendaraan
yang sangat panjang :(


Simpang Bangko, 03 Oktober 2014