TUGAS
FONOLOGI MINGGU KEDUA
*Mencari kasus tentang kegagapan, kelumpuhan otak,
afasia dan disleksia
Informasi umum mengenai Kegagapan
Apa Kegagapan itu?
Kegagapan adalah sebuah
gangguan bicara pada seseorang dimana dia mengetahui apa yang ingin dikatakan
tetapi pada saat tersebut dia tidak dapat mengatakannya.
Ketika banyak orang
berpikir mengenai gagap, mereka memikirkan kata-kata atau bagian dari kata-kata
yang diulang-ulang. Pengulangan ini terjadi pada kegagapan, tetapi anda kemudian
menyadari bahwa terdapat hal lain yang ikut mempengaruhi. Kegagapan adalah
masalah bicara yang kompleks, yang menyertakan banyak pola bicara yang berbeda
dan gerakan tubuh yang menginterupsi aliran kata-kata. Berjuang untuk
berbicara, cemas akan berbicara dan menghindari kata-kata dan situasi
pembicaraan juga berhubungan dengan kegagapan.
Hal-hal yang memisahkan
diri anda dengan orang-orang yang tidak gagap adalah suatu perasaan dimana anda
tidak memiliki kendali atas bicara anda. Hal ini berarti bahwa ketika anda
ingin berbicara, anda tidak bisa mengatakan apa yang ingin anda katakan.
Jenis-Jenis Kegagapan
Blocks atau tertahan :
Terjadi ketika anda berhenti berbicara sebelum mengeluarkan suara atau ketika
berbicara atau ketika mengucapkan sebuah kata. Hal ini terjadi karena aliran
udara, suara, dan otot yang terlibat ketika berbicara tiba-tiba berhenti
berkerja sama dan menjadi terhenti.
Pengulangan :
Pengulangan terjadi ketika suara, silabel atau sebuah kata diucapkan
berulang-ulang. Contohnya:
- Pengulangan pada suara (p-p-p-pulpen)
- Silabel (pup-pup-pup-pulpen)
- Kata-kata (pulpen-pulpen-pulpen)
- Kalimat (pulpennya-pulpennya-pulpennya warna biru)
Perpanjangan: Terjadi
ketika anda memanjangkan suara pada saat di awal kata. contohnya: ‘s—–>aya’
atau di dalam kata, contohnya ‘sa—–>ya’. Suara dari aliran nafas keluar
tetapi otot yang terlibat untuk menghasilkan kata-kata tidak dapat bergerak.
Berhenti ketika
berbicara: Terjadi ketika diam dan bicara yang tidak terkendali. Jeda akan
terjadi setelah kata-kata atau di dalam kata-kata.
Orang selalu melakukan
sesuatu untuk menyembunyikan kegagapan mereka. Apakah anda melakukan salah satu
hal ini?
- Menghindari kata-kata tertentu, suara atau situasi
percakapan – Untuk menyembunyikan kegagapan, anda menggunakan kata-kata
lainnya, atau membuang beberapa kata tertentu, hingga gagapnya hilang.
Anda mungkin akan menghindari situasi pembicaraan yang anda pikir akan
membuat anda gagap, seperti pergi dengan teman atau memesan makanan di
restoran.
- Berjuang dan berusaha – anda mungkin memiliki perasaan
tertekan pada beberapa bagian wajah atau tubuh anda, contohnya rahang,
pipi, bibir, kepala dan dada anda.
- Menggerakan bagian tubuh lainnya – Anda mungkin
memajukan kepala kedepan dan kebelakang, menggerakkan lengan anda, kaki
atau tangan, menutup atau mengedipkan mata anda atau bagian lain dari
tubuh anda untuk membantu mengeluarkan suara.
- Pernafasan yang terganggu dan tidak normal – Ketika
anda menyadari akan gagap, anda mungkin akan menahan nafas anda, menarik
beberapa nafas atau menunjukkan pola pernafasanyang tidak normal.
Apakah yang menyebabkan
kegagapan?
Kegagapan adalah pada
koordinasi pada bicara, bagaimanapun sebab yang sesungguhnya belum diketahui.
Penelitian menunjukkan bahwa kegagapan terjadi di dalam keluarga.
Untuk bicara yang
terkoordinasi, otak anda mengirim pesan kepada otot bicara anda dengan sangat
cepat dan mereka meresponnya dengan bergerak sangat cepat. Jadi bagi anda yang
berbicara lancar, otot bicara anda berkerja dengan baik. Berbicara membutuhkan
urutan yang sangat spesifik dari koordinasi pada pergerakan otot. Bagi orang
yang gagap, urutan ini terganggu.
Kegagapan adalah seperti
aktifitas motorik lainnya seperti mengendarai sepeda. Ketika anda gembira,
grogi atau lelah, mengendari sepeda tidak sebaik pada saat normal. Hal ini sama
dengan kegagapan – dapat meningkat ketika orang tersebut letih, gembira, atau
grogi.
Kapan kegagapan mulai
muncul?
Kegagapan mulai muncul
bisa secara bertahap atau tiba-tiba. Ketika pertama kali muncul, ukuran
kegagapan bisa dari sedang hingga parah.
Kegagapan umumnya mulai
ketika masa kanak-kanak diantara umur 2 dan 5 tahun.
Kegagapan umumnya muncul
pada waktu ketika anak-anak mulai merangkaikan kata-kata. Pengulangan kata
umumnya adalah tanda awal dari kegagapan pada hampir setiap anak, lebih lanjut
tipe lain dari kegagapan mungkin juga muncul di awal.
Siapakah yang terkena
efek kegagapan?
- Hampir remaja putra tiga kali lebih banyak dari remaja
putri dalam kegagapan.
- Kegagapan terjadi pada semua kultur dan latar belakang.
——————————————-
2.Kelumpuhan Otak
Lumpuh otak (bahasa Inggris: cerebral palsy, spastic paralysis,
spastic hemiplegia, spastic diplegia, spastic quadriplegia, CP) adalah
suatu kondisi terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan,
laju belajar, pendengaran, penglihatan, kemampuan berpikir.[1]
Penyebab lumpuh otak sampai saat ini belum dapat dipastikan,[2] banyak orang beranggapan bahwa
CP disebabkan oleh karena:
·
Bayi lahir tidak langsung
menangis sehingga otak kekurangan oksigen saat dalam kandungan (bahasa Inggris: hypoxia)
Jenis-jenis lumpuh otak
Secara umum lumpuh otak dikelompokkan dalam empat jenis yaitu:
·
Spastik (tipe kaku-kaku) dialami saat penderita
terlalu lemah atau terlalu kaku. Jenis ini adalah jenis yang paling sering
muncul. Sekitar 65 persen penderita lumpuh otak masuk dalam tipe ini.
·
Atetoid terjadi dimana penderita yang tidak bisa
mengontrol gerak ototnya, biasanya mereka punya gerakan atau posisi
tubuh yang tidak biasa.
·
Kombinasi adalah campuran spastic dan athetoid.
·
Hipotonis terjadi pada anak-anak dengan otot-otot
yang sangat lemah sehingga seluruh tubuh selalu terkulai. Biasanya berkembang
menjadi spastic atau athetoid.
Lumpuh otak juga bisa berkombinasi dengan gangguan epilepsi, mental, belajar, penglihatan, pendengaran, maupun bicara.
Ciri-ciri[
Gejala lumpuh otak sudah bisa diketahui saat bayi berusia 3-6
bulan, yakni saat bayi mengalami keterlambatan perkembangan.
Ciri umum dari anak lumpuh otak adalah:
·
Refleks yang seharusnya
menghilang tapi masih ada seperti:
·
Refleks menggenggam
hilang saat bayi berusia 3 bulan
·
Bayi yang berjalan
jinjit atau merangkak dengan satu kaki diseret.
Terapi[
Sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan lumpuh otak.
Namun tetap ada harapan untuk mengoptimalkan kemampuan anak lumpuh otak dan
membuatnya mandiri dengan terapi.
Terapi yang diberikan pada penderita lumpuh otak akan disesuaikan
dengan:
·
Usia anak
·
Berat/ ringan penyakit
·
Menimbang dari area pada
otak mana yang rusak.
Meski ada bagian otak yang rusak, namun sel-sel yang bagus akan
menutupi sel-sel yang rusak, dengan cara mengoptimalkan bagian otak yang sehat
seperti pemberian rangsangan agar otak anak berkembang baik. Rangsangan/
stimulasi otak secara intensif bisa dilakukan melalui panca indera. Salah satu
cara adalah dengan Compensatory Dendrite Sprouting yaitu
rangsangan agar dendrittersebar dengan berimbang.
Beberapa orangtua yang memiliki anak penderita lumpuh otak mengaku
berhasil mengoptimalkan kemampuan anaknya lewat metodeGlenn Doman .
Metode ini digunakan untuk anak dengan cedera otak berupa patterning (pola)
untuk melatih :
·
Gerakan kaki dan tangan
(merayap, merangkak)
·
Menghirup oksigen
(masking) untuk melatih paru-paru agar membesar.
Sejak tahun 1998, lebih dari 1700 anak cedera otak mengalami
perbaikan cukup berarti setelah melakukan terapi ini.
Istilah-istilah Kesulitan/Gangguan Bahasa
Ganguan atau kesulitan berbagahasa sering dikaitkan dengan
penyakit yang menyebabkan terjadinya gangguan dalam berkomunikasi. Oleh karena
itu, jika penguasaan bahasa mendapat gangguan, maka komunikasinyapun terganggu.
Berikut ini dikemukakan istilah-istilah tersebut:
1. Aphasia. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan
hilangnya kemampuan berbahasa seseorang karena adanya gangguan pada sistem
syaraf pusat. Gangguan ini dapat disebabkan oleh cidera pada kulit otak yang
terjadi karena kecelakaan, benturan yang keras, atau stroke. Gangguan ini
bersifat multi dimensi, sehingga kemampuan menggunakan atau menguasai simbol
seolah-olah lenyap. Parahnya ketidakmampuan yang diakibatkan bergantung dari
letak cidera atau luka, umur serta kondisi kesehatan ketika terjadinya cidera
tersebut. Aphasia banyak jenisnya, paling tidak dapat diklasifikasikan kedalam
4 jenis, yaitu:
a. Aphasia Sensoris atau
(aphasia reseptif, fluent aphasia, word deafness, wernickes aphasia). Yaitu
mengalami kesulitan dalam memberi makna rangsangan yang diterimanya.
b. Aphasia motoris atau
(aphasia ekspresif, broca aphasia), yaitu mengalami kesulitan dalam
mengkoordinasikan atau menyusun pikiran, perasaan dan kemauan menjadi
symbol-simbol yang bermakna dan dimengerti oleh orang lain.
c. Aphasia konduktif atau
(dynamic aphasia, transcorticak sensory aphasia), yaitu megalami kesulitan
dalam meniru pengulangan bunyi-bunyi bahasa.
d. Aphasia Amnesic atau nominal aphasia atau anomia,
yaitu kesulitan dalam memilih dan menggunakan symbol-simbol yang tepat
(Tarmansyah, 1995., p. 94)
2. Dyslexia. Gangguan ini
berkaitan dengan hilangnya kemampuan untuk membaca. Gangguan ini terjadi karena
tidak berfungsinya secara normal syaraf yang berhubungan atau yang mengatur
kemampuan membaca. Dyslexia sering disebut sebagai ”word blindness” (kebutaan
akan kata-kata) karena penderita seolah-olah tidak mengenal kata-kata yang
dibacanya. Gangguan ini mencakup berbagai variasi dengan tingkat keparahan yang
berbeda-beda, dari yang paling ringan sampai yang paling parah. Hakikat
dyslexia terletak pada kebingungan dan kesulitan yang dialami seseorang selama
karena ia seolah-olah tidak mengenal bunyi, arti, ataupun ejaan dari kata yang
dilihatnya (Ramma, S., 1993)
0 komentar:
Posting Komentar