Senin, 18 Mei 2015

"Kita Harus Bahagia"

Hari ini aku melakukan suatu kebiasaan seperti hari-hari sebelumnya. di mana aku selalu membuka facebook dan berita-berita online. bukan hanya sekedar penghilang suntuk, namun untuk menambah informasi tentang dunia luar. maklum saja, di kamar kostku tidak ada televisi. heehee:") . Maka dari itu, darimana lagi aku mengetahui apa yang terjadi di luar sana jika tidak dengan membuka berita di internet. 

Sebenarnya tidak langsung membuka berita sih, tapi awalnya aku hanya membuka facebook, Lalu dari sanalah berbagai berita mulai muncul di beranda saat pertama kali aku login di fb. sebab aku banyak mengikuti berita-berita online, baik Nasional maupun Internasional. Beberapa website berita online tersebut diantaranya GoRiau.com, Kompas.com, Majalahfbi.com, Merdeka.com, Female.com, Tribunnews.com, Kapanlagi.com, Dream.co.id, dan lain sebagainya. Di dalamnya ada berita kriminalitas, kenakalan remaja, narkoba, berita selebriti, kisah inspiratif, bahkan berita yang unik dan lucu di Mancanegara. Bagiku sumber informasi tidak hanya bisa didapatkan di televisi, melainkan di luar daripada itu. ya seperti di internet inilah. 


Pada hari ini, Senin, 18 Mei 2015 aku kembali membuka layar laptopku lalu mencolokkan modem di dalamnya. Setelah koneksi internet terhubung, lalu aku mulai mengintip laman facebookku. setiap kali aku membuka fb, di beranda sudah terkumpul beberapa macam berita, baik di daerah maupun luar daerah. Dan hari ini aku membuka berita tentang tewasnya seorang mahasiswi cantik dan pintar asal Medan. Gadis cantik tersebut bernama Elviana Ambarita, kuliah di salah satu Universitas Negeri ternama di Sumatera Utara, yakni Universitas Sumatera Utara (USU) dan mengambil jurusan Ilmu Hukum.


Gadis tersebut memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar kostnya. Namun penyebab pasti ia bunuh diri masih diselidiki pihak yang berwajib. Dari pagi hingga malam aku mengikuti perkembangan berita tersebut dengan membaca berita yang terposting di internet. hingga pada akhirnya aku menemukan nama facebooknya. ku buka dinding ataupun kronologinya, dan ku lihat sangat banyak sekali ucapan belasungkawa dari teman, kerabat dan keluarganya. Banyak yang menyayangkan kepergian gadis yang memiliki nama panggilan Elvi itu. Namun ada sebagian yang percaya akan takdir dari Tuhan. 


Aku melihat kesedihan muncul dari masing-masing yang memposting status di kronologinya. dan ku lihat gadis itu sangat dikagumi banyak orang. selain cantik, ia juga pintar dan mudah bergaul. Ia juga mendapatkan IPK mencapai 4,00. Membaca banyak ucapan-ucapan belasungkawa seperti itu, aku juga turut sedih dan prihatin. Semoga dia ditempatkan di tempat terindah dan damai di sana. Amin ya robbal alamin.


Terkadang manusia memiliki sifat yang mudah putus asa dalam menghadapi setiap bahtera kehidupan. Merasa tidak ada jalan keluar lagi dalam menghadapi berbagai masalah sehingga memilih jalan pintas seperti itu. Seperti halnya aku, terkadang aku sangat lemah dan tidak tahu ingin berbuat apa. pernah suatu saat terlintas juga hal-hal mengerikan seperti itu, namun aku cepat-cepat menyadarkan diri sendiri dan perbanyak istighfar. Aku sadar, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. begitulah juga yang dikatakan oleh banyak orang.


"Kita hidup di dunia harus memiliki tujuan. Tujuan hidup pasti "BAHAGIA". Namun jika kebahagiaan belum juga menghampiri kita, perbanyaklah bersyukur". Begitulah ucapan yang pernah ku dengar dari mulut Ibuku. Ibu juga yang hingga kini membuatku bertahan untuk tetap hidup. Di dalam hati selalu terbesit niat ingin benar-benar membahagiakan beliau. Namun kata salah seorang dosenku di kampus, "membuat orangtua kita bahagia bukan merupakan sebuah cita-cita, melainkan sesuatu yang mutlak dan wajib dilakukan seorang anak kepada orangtuanya. hal itu bisa ditunjukkan dalam sikap keseharian dan prestasi kita". Namun sampai saat ini aku juga belum mengetahui, apakah orang tuaku terutama Ibu sudah pernah BAHAGIA akan semua sikap dan apa yang pernah aku dapat?


Dan mulai lagi aku berfikir, apakah kelak aku sudah tidak lagi hidup di dunia ini sudah benar-benar merasakan kebahagiaan? Apakah kelak jika aku tidak lagi hidup di dunia ini banyak yang merasa kehilanganku seperti kisah gadis cantik dan pintar asal Sumut tadi?.


Entahlah, mungkin itu hanya lelucon saja. pikiranku ini memang suka pergi entah kemana-mana. Yang jelas aku ingin benar-benar merasakan tujuan hidup ini yaitu BAHAGIA. Bahagia mulai dari segala hal. dari hal yang kecil sampai semua cita-citaku kelak terwujud hingga mengantarku pada kebahagiaan yang sesungguhnya. 


Semoga saja dengan usaha dan doa terutama doa dari Ibu dapat mengantarkan pada kebahagiaan yang sesungguhnya.


Dan intinya adalah, jangan cepat patah semangat dalam dan mudah berputus asa dalam menjalani hidup di dunia. tetaplah berusaha semaksimal mungkin. usaha harus juga diiringi dengan doa. jika ada masalah jangan disimpan sendiri, ceritalah pada orang yang dapat dipercaya. adukanlah keluh kesah pada zat pemberi kehidupan, Allah SWT. 


Cukup sekian untuk hari ini. kata-kata penutup di atas juga merupakan motivasi buat diriku sendiri, yang merupakan manusia paling lemah di dunia ini.

:')

Nurmaida

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar