PENJUALAN TEROMPET JELANG NATAL DAN TAHUN BARU
Pesta
menyambut natal dan tahun baru selalu menjadi momen yang menguntungkan bagi
pedagang perlengkapan natal dan tahun baru. Khususnya pedagang dan pengerajin
terompet di kota Pekanbaru.
Setiap tahun menjelang natal dan tahun baru, banyak pengerajin terompet di kota tersebut kewalahan melayani pesanan terompet dari masyarakat. Seperti yang dilakukan Wiwik dan suaminya Yatman, sepasang suami istri pengrajin terompet kertas ini tiap tahun rutin membuat terompet untuk dijual ke berbagai daerah, baik dalam maupun luar Pekanbaru. Alamat usaha mereka berada di jalan Arifin Ahmad, depan Hotel Green, kota Pekanbaru.
Setiap tahun menjelang natal dan tahun baru, banyak pengerajin terompet di kota tersebut kewalahan melayani pesanan terompet dari masyarakat. Seperti yang dilakukan Wiwik dan suaminya Yatman, sepasang suami istri pengrajin terompet kertas ini tiap tahun rutin membuat terompet untuk dijual ke berbagai daerah, baik dalam maupun luar Pekanbaru. Alamat usaha mereka berada di jalan Arifin Ahmad, depan Hotel Green, kota Pekanbaru.
Wiwik
dan Yatman telah menggeluti usaha pembuatan terompet sejak tahun 1998. Mereka mempekerjakan
sebanyak Sembilan orang pekerja yang tidak lain adalah anggota keluarganya.
Mulai dari anak hingga keponakan. Wiwik mengaku, usaha produksi terompet ini
merupakan usaha warisan dari mertuanya. Usaha produksi terompet ini diberi nama
“Pondok Langgeng Joyo”.
Terompet
yang mereka buat pun bervariasi. Ada sekitar 12 motif, diantaranya terompet
model kepala naga, bunga maupun model kerucut. Untuk persiapan tahun baru 2014,
wanita 46 tahun ini mulai membuat terompet sejak 7 bulan lalu, yakni sejak bulan Mei.
“Mulai dari bulan lima itu kita siapin kertas, motong-motong kertas,
penyambungan, dililit-lilit, dibentuk. Kalau sudah bulan-bulan dekat tahun baru
begini sudah tinggal menyambungkan, dan menambah-nambahin saja,” ungkap wanita
yang memiliki tiga orang anak ini kepada Radar Riau disela-sela kesibukannya,
Minggu (14/12).
Omzet
penjualannya pun kian meningkat. Sejak bulan Mei mulai pembuatan hingga
sekarang ini total terompet yang telah jadi lebih dari 22 ribu terompet. Pendapatan
dalam sebulan pun berkisar hingga 8 juta rupiah. Harga terompet kertas ini
mulai dari 2000 hingga yang paling besar 250.000. Pengambilannya secara grosir baik dari dalam
maupun luar Pekanbaru, seperti Padang, Kepulauan Riau, dan Selatpanjang. Wiwik
tidak melayani pembelian eceran.
Pesanan
terompet dari grosir-grosir yang telah menjadi langganan Wiwik minimalnya
adalah 5000 terompet. Pemasaran
mulai dari bulan Oktober hingga malam tahun baru. Untuk luar Pekanbaru pemesanannya bisa melalui telepon.
“Pesan di luar pekanbaru lewat telepon, dp masuk, baru kita siapkan barang.
Packing barang lalu mereka yang jemput,”katanya.
Salain grosir
besar seperti itu, Wiwik juga melayani pembelian dari pedagang-pedagang kecil
di Pekanbaru yang ingin menjajakan barang dagangannya saat natal maupun tahun
baru. Biasanya pengambilan dari pedagang seperti itu berkisar dari 200 hingga
300 terompet.
Wiwik mengaku,
ada grosir yang telah melakukan pemesanan barang namun tidak jadi meneruskan
transaksi jual beli tersebut. Hal itu diakui Wiwik bisa menjadi keuntungan juga
buat dia sebab uang pembayaran awal (DP) sudah dikirimkan. DP tersebut tidak
dapat diambil lagi. “Ada yang gagal pesan, namun itu enak malahan buat kita.
Karena dp sudah masuk, kalau dia gagal pesan berarti hangus. Tidak ada ruginya
malah untung bagi kita,”Pungkas wanita berkulit cokelat itu.
Bisnis yang telah ia geluti bersama suami dan anaknya sejak 16 tahun yang lalu ini selalu membawa keuntungan yang besar saat momen-momen Natal dan Tahun baru seperti ini. “Barang pasti habis sampai tahun baru dan tidak pernah bersisa bahkan biasanya stok kurang. Misalnya ada yang minta lagi sudah tidak dilayani lagi. Batas pemesanan sampai jam 8 malam pada malam tahun baru itu,”tuturnya.
Bisnis terompet merupakan pekerjaan sampingan yang dilakukan Wiwik. Dalam kesehariannya Ibu hampir setengah abad ini biasa menjual mainan anak-anak di rumahnya. Selain itu ia juga berjualan es kelapa muda dan makanan lain seperti mie goreng dan mie ayam. Ia mengatakan akan terus melanjutkan dan mengembangkan bisnis terompet ini setiap tahun. (Aida)

0 komentar:
Posting Komentar